KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
176. Innosensius III (1198-1216)
Innosensius lahir di Anagni. Ia adalah keponakan dari Paus Klemens III. Terpilih menjadi paus pada 22 Februari 1198 dalam usia 37 tahun. Kepemimpinannya sangat kuat dan kepribadiannya kokoh. Ia mungkin adalah paus yang terbesar di antara semua paus. Dialah yang pertama kali menyebut dirinya wakil Kristus. Masa kepausannya merupakan puncak dari kekuasaan Kepausan. Karyanya banyak dihambat oleh subversi Perang Salib Latin. Dalam pemilihan raja, paus ini menyatakan haknya untuk menjadi wasit dan keputusannya diterima. Ia juga menjadi wasit dalam persoalan-persoalan Spanyol, Portugal, Polandia, Hongaria dan Bohemia, dan dalam krisis bidah Albigensia (1208-1209) ia menyelamatkan peradaban Abad Pertengahan. Pada masa ini pula lahir para pertapa Fransiskan dan Dominikan, dan mulainya inkuisisi. Paus mengesampingkan para calon untuk Takhta Canterbury pada tahun 1207 dan menunjuk Stephen Langton yang ia tahbiskan sebagai cardinal. Namun Yohanes menolak Langton mencampuri urusan kerajaan, dan selama lima tahun Inggris diperlakukan di bawah suatu larangan sampai 1213. Konsili Umum Lateran IV (1215) merupakan puncak dari reorganisasi dan pembaruan Gereja. Ia wafat pada pada 16 Juli 1216.
|